14 Feb 2026 Publikasi dan Humas PW IPIM 15 views

Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) kukuhkan Pengurus IPIM Kalbar dan Wisuda Madarash Imam Masjid

Ketua IPIM sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi melantik Pengurus Wilayah dan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (13/02/2026). Meski hadir via Zoom, Menag menyampaikan pesan filosofis mendalam bahwa sosok Imam memiliki akar kata yang sama dengan Ummi (Ibu), sehingga seorang imam wajib memiliki kasih sayang tulus dan pengayoman tanpa pamrih kepada jamaahnya.

Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) kukuhkan Pengurus IPIM Kalbar dan Wisuda Madarash Imam Masjid
PONTIANAK – Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Jumat (13/02/2026), saat berlangsungnya prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah (PW) serta Pengurus Daerah (PD) Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) se-Provinsi Kalimantan Barat. Acara bersejarah ini dikukuhkan langsung oleh Pimpinan Pusat IPIM yang juga menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. Meski hadir melalui sambungan Zoom Meeting, kehadiran virtual beliau tidak mengurangi kedalaman pesan filosofis yang disampaikan kepada para penjaga rumah Allah di Bumi Khatulistiwa tersebut. Dalam orasi pelantikannya, Prof. Nasaruddin Umar membedah secara mendalam hakikat seorang Imam yang menurutnya memiliki akar kata yang sama dengan Ummi, yang berarti Ibu. Beliau menegaskan bahwa seorang Imam masjid seharusnya memiliki karakteristik layaknya seorang ibu yang memberikan kasih sayang tulus, tanpa pamrih, dan senantiasa merangkul anak-anaknya tanpa membedakan. Analogi ini menekankan bahwa tugas Imam bukan sekadar memimpin ritual ibadah di mihrab, melainkan menjadi sosok pengayom yang mampu merasakan denyut nadi kesulitan jamaahnya serta memberikan perlindungan emosional dan spiritual yang menyejukkan. Lebih lanjut, Menteri Agama memberikan catatan teologis yang tajam mengenai identitas umat Islam dengan merujuk pada istilah Khairul Ummah (Umat Terbaik). Beliau menjelaskan alasan mendalam mengapa Allah SWT menggunakan kata Ummah, bukan Khairul Kaum atau Khairul Kabilah. Menurutnya, kata Kaum atau Kabilah seringkali terjebak pada batasan etnis, suku, maupun kepentingan politik yang bersifat mekanis dan eksklusif. Sebaliknya, kata Ummah yang juga berakar dari kata Umm (Ibu), mengisyaratkan bahwa ikatan umat Islam seharusnya bersifat organik dan biologis-spiritual, layaknya janin-janin yang berada dalam satu rahim (Rahmah) yang sama. Dalam filosofi ini, umat Islam disatukan oleh ikatan kasih sayang yang tulus dan persaudaraan yang mendalam, bukan sekadar kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Momentum pelantikan ini menjadi kian istimewa dengan dilaksanakannya wisuda bagi peserta pertama Madrasah Imam Masjid (MIM) Angkatan Pertama. Program ini merupakan langkah konkret IPIM dalam mencetak kader imam yang tidak hanya fasih secara artikulasi ayat, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman kebangsaan dan moderasi beragama. Prof. Nasaruddin berharap, para pengurus IPIM dan lulusan MIM ini mampu merajut kembali semangat Ummah di tengah masyarakat, menjadikan masjid sebagai pusat persatuan yang inklusif, serta menjadi mata air kasih sayang bagi seluruh umat manusia.
Dilihat 15 kali